Belajar Web & Internet

Cascading Style Sheet (CSS) – Introduksi

Posted by: emang on: Mei 25, 2009

CSS (Cascading Style Sheet) digunakan untuk mengatur aspek visual dari sebuah dokumen web sama seperti halnya pada aplikasi publishing kebanyakan seperti word processor (misalnya Microsoft Word) dalam penggunaan style. Pada awalnya HTML hanya mengatur bagaimana kita menyusun konten dalam dokumen web tanpa terlalu memusingkan tampilan visualnya. Perkembangan internet kemudian menunjukkan bahwa aspek visual dan keterbacaan (readable) dari sebuah halaman web perlu juga untuk diperhatikan. Pada tahun 1996, Konsorsium W3C merekomendasikan penggunaan CSS dalam dokumen web. Disusul kemudian pada pertengahan tahun 1998, W3C menyempurnakan CSS awal dengan membuat standar CSS2 yang menjadi standart hingga saat ini.

Walaupun kita dapat mengontrol tampilan dokumen web dengan menggunakan HTML saja -tanpa CSS-, tetapi kita tidak akan memperoleh fleksibilitas dan file yang dibuat akan menjadi lebih besar daripada seharusnya. Teknologi CSS dimaksudkan juga untuk mempermudah perancangan dokumen web yang indah dan fleksibel. Fleksibilitas adalah hal yang tidak akan diperoleh jika menggunakan HTML saja. Keuntungan lain yang diperoleh dari penggunaan CSS adalah satu file CSS (*.css) dapat digunakan untuk banyak halaman. Sebagai contoh, misalnya Kita memiliki website yang terdiri dari 1000 file HTML dengan tampilan layout yang identik. Tanpa menggunakan CSS, ketika kita ingin mengubah satu bagian berarti Kita harus mengedit 1000 file tersebut. Dengan menggunakan CSS, Kita hanya perlu mengedit satu atau beberapa file CSS saja.

Style

Style adalah semua elemen visual dalam dokumen web kita. Misalnya, jenis font, ukuran huruf, spasi, warna, gambar latar belakang (background image), posisi, dimensi, dan lain-lain. Untuk menggunakan/mengatur style, kita menggunakan inline Cascading Stylesheet, embedded atau external CSS. Contoh penggunaan inline CSS untuk mengatur style suatu paragraf:

<p style=”font-weight:bold;”>Paragraf ini dibuat bold</p>

Cascading

Cascading, secara harfiah, berarti bertumpuk/berlapis/bertingkat. Cascading Style Sheet berarti stylesheet yang bertumpuk di mana style yang didefinisikan terakhir akan menggantikan (overwrite) style sebelumnya.

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Blog Stats

  • 1,326 hits

RSS Freelance Project

  • Xml and python expert by workerbee123 Februari 25, 2012
    I need a xml and python expert. I need this to build a boxee application. I'll pay $150-200 for this. The work is described here: http://hotfile.com/dl/147812579/4d18b66/swork.zip.html I don't upload the description or files here because of spidering... (Budget: $30-$250 USD, Jobs: Javascript, Python, Script Install, Website Design, XML)
  • Private Project 26/02/12 by directoryexpert Februari 25, 2012
    As Discussed. (Budget: $250-$750 USD, Jobs: After Effects, Animation)
  • Prestshop von Englisch auf Deutsch bersetzen by clausejmbm3 Februari 25, 2012
    Hallo Ich brauche jemand der mein Prestashop von Englisch komplett auf Deutsch übersetzt. Danke (Budget: $30-$250 USD, Jobs: eCommerce, Prestashop)
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.